OBESITAS atau kegemukan ditandai dengan peningkatan jaringan
lemak di daerah bawah kulit, perut dan periferal (ujung-ujung tubuh). Obesitas
kini menjadi sangat diwaspadai bagi masyarakat modern, terutama masyarakat
perkotaan. Berkembangnya ilmu pengetahuan, menyebabkan masyarakat mulai waspada
dengan bahaya yang ditimbulkan dari kegemukan. Selain penampilan menjadi kurang
menarik, ada deratan penyakit yang mengancam di belakangnya, sebut saja
diabetes melitus, stroke, dan yang paling menakutkan adalah serangan jantung.
Serangan jantung yang dulu hanya diderita oleh orang-orang
tua, kini mulai mengancam generasi muda, yang masih gencar-gencarnya berkreasi
dan mengekspresikan diri. Perubahan pola hidup, baik pola makan, aktivitas
fisik, dan tingkat stress menjadi penyebab utama kegemukan yang membawa serta
serangan jantung yang mematikan.
Namun, mengapa kegemukan bisa menyebabkan potensi serangan
jantung meningkat? Ada beberapa alasan, American Heart Association (AHA)
merangkumnya dalam penjelasan berikut ini.
Perubahan kebutuhan aliran ke jaringan lemak
Jaringan lemak memiliki aliran darah sekitar 2 – 3 ml/100
gram/menit pada kondisi istirahat, dan dapat meningkat hingga 10 kali lipat
(misalnya setelah makan). Pada obesitas, terjadi peningkatan jumlah jaringan
lemak sehingga aliran darah ke jaringan lemak berkurang. Ini disebabkan
ketidakseimbangan aliran darah awal vs jumlah lemak. Untuk mengatasi hal ini,
maka terjadilah peningkatan aliran darah yang keluar dari jantung (cardiac
output/CO), dengan tujuan mencukupi kebutuhan metabolisme jaringan lemak.
Pembesaran bagian-bagian jantung
Peningkatan aliran darah yang keluar dari jantung ini
terutama dicapai dengan peningkatan kemampuan jantung untuk memompa. Bagian
kiri jantung, terutama ventrikel, akan mengalami pelebaran, tujuannya untuk
mengimbangi peningkatan aliran darah balik yang masuk ke jantung, sehingga
terjadi pembesaran ventrikel kiri untuk menjaga wall stress yang normal. Bagian
jantung yang lain, atrium kiri, juga akan mengalami pelebaran pada orang
obesitas. Pada awalnya, jantung masih merasa baik-baik saja sampai pada batas
pembesaran yang tidak bisa ditoleransi lagi. Pembesaran inilah yang menyebabkan
kemampuan pompa jantung makin lemah. Pompa yang lemah menyebabkan aliran darah
berkurang dan tidak sesuai dengan kebutuhan jaringan.
Lemak menyebabkan peradangan di pembuluh darah tubuh
Jaringan lemak (adiposa) terdiri dari sel-sel adiposit.
Adiposit menghasilkan senyawa yang tidak hanya berperan pada proses metabolik
seperti pengaturan energi, nafsu makan, sensitivitas insulin, dan pengaturan
lemak tubuh, tetapi juga berperan dalam pengaturan tekanan darah, koagulasi
(pembekuan darah), imunitas, dan proses peradangan.
Hubungan antara obesitas dan peradangan terlihat dengan
adanya peningkatan senyawa pro-peradangan dan penurunan mediator
anti-peradangan. Peningkatan jaringan lemak di perut mengeluarkan asam lemak
bebas menuju sirkulasi. Asam lemak bebas ini bisa menyebabkan kerusakan di
sepanjang pembuluh darah, termasuk pembuluh darah jantung.
Meningkatnya stress oksidatif dan menurunnya anti-oksidan
tubuh
Faktor lain yang juga berperan menyebabkan serangan jantung
pada orang obesitas, adalah stress oksidatif. Stress oksidatif dimediasi oleh
senyawa yang sangat reaktif dan merusak bernama reactive oxygen species (ROS).
Ketika ROS masuk ke dalam lemak jahat (LDL) yang ada di dalam pembuluh darah,
maka terjadilah kerak lemak, sebagai tanda awal aterosklerosis. Semakin banyak
kerak lemak, pembuluh darah semakin sempit dan akhirnya pembuluh darah menjadi
tersumbat.
Kerak lemak pun menurunkan produksi nitrit oxide (NO) yang
menjadi anti-oksidan alami tubuh. Kekurangan anti-oksidan ini pun akhirnya
menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak. Pembuluh darah yang rusak memudahkan
lemak “tersangkut” dan membentuk kerak lemak yang lebih besar. ROS sebenarnya
akan dimakan oleh anti-oksidan, tetapi pada keadaan di mana antioksidan rendah
seperti pada orang gemuk, sisa dari ROS akan menyebabkan stress oksidatif yang
merusak tubuh.
Lemak dapat membuat pembuluh darah otomatis menyempit
Pada individu obesitas terdapat peningkatan Perivascular
Adipose Tissue (PAT) di ujung-ujung tubuh. Dari hasil studi, terbukti bahwa PAT
memiliki fungsi mengatur sirkulasi mikro yang kemudian berperan terhadap
tekanan darah. Dengan adanya peningkatan PAT pada individu obesitas, terjadi
peningkatan produksi senyawa yang mempengaruhi sinyal untuk mengatur otot
pembuluh darah. Pembuluh darah otomatis menyempit dan tekanan darah meningkat.
Nah, kombinasi dari kerusakan pembuluh darah – kerak lemak –
pembuluh darah yang menyempit – juga kegagalan pompa jantung adalah
faktor-faktor yang menyebabkan orang gemuk lebih rentan mengalami serangan
jantung. Serangan jantung ini bisa tanpa gejala, dan dapat terjadi dalam waktu
singkat. Orang yang sebelumnya terlihat sehat dapat meninggal secara mendadak.
Oleh sebab itu, yuk batasi asupan makan, perbanyak olahraga, dan atur stress
Anda agar hal-hal di atas tidak terjadi. Hidup lebih sehat demi tubuh yang
lebih ideal agar serangan jantung pun dapat terhindarkan.
Menurunkan berat badan memang tak mudah, namun bukan berarti
tidak bisa Anda dapatkan. Dengan kemauan keras dan diet yang tepat, berat tubuh
ideal dan sehat pasti bisa Anda miliki. Lakukan saja diet dengan perasaan
senang tanpa beban. Dan yang pasti jangan sampai terlalu menyiksa badan. Ingat,
jika diet yang Anda lakukan menyenangkan, tentu badan pun ikut senang.
Panduan diet yang sehat
Perbanyak mengonsumsi protein dengan Nutrilite Hi Protein,
karena bisa membuat perut lebih lama merasa kenyang. Dan tentu saja sehat!
Perbanyak juga asupan serat, selain membuat perut merasa
kenyang juga bagus untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda.
Pastikan tubuh ternutrisi dengan baik lewat kombinasi diet
yang mengandung multivitamin, multimineral, dan fitonutrisi (phytonutrients).
Sajikan makan malam dengan menu ringan dan jangan lupa minum
BodyKey untuk mengontrol berat badan.
Bakar kelebihan lemak dengan Nutrilite GreenTrim, kelebihan
kalori dengan Nutrilite Carb Blocker dan pertahankan massa otot dengan CLA.
Jangan lupa lakukan lakukan latihan kardio minimal 25 menit,
3-4 kali dalam seminggu. Aktiflah bergerak, paling tidak dalam sehari Anda bisa
membakar 300-500kcal lewat aktivitas fisik.
Lakukan diet dengan mengurangi 500-1000kcal setiap hari.
UNTUK INFO PEMESANAN BISA HUBUNGI:0857-5975-9294


Tidak ada komentar:
Posting Komentar